TABLOIDBINTANG. COM   –  Sosok Saiful M Abidin yang akrab disapa Aak Ipunk pernah muncul di televisi lewat lomba makan sengit di program “Com-mon” yang mengudara di salah satu stasiun televisi swasta. Kala itu, ia mewakili Jepara, kampung halamannya. Kini ia dikenal sebagai salah satu   pengusaha dan tokoh yang cukup dikenal di kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Setelah Februari lalu Aak mengangkat musik campursari “Tembang Kangen”—kini   Aak kembali merilis 3 lagu sekaligus.  

Uniknya, ketiga corak ini punya cerita yang berkesinambungan. Cerita yang terinspirasi dari tanda Aak Ipunk di masa lalu ini, masih dinyanyikan ala campursari dan diberi judul “Tunggulah Kedatanganku” atau dalam bahasa jawanya berbunyi, “Entenono Tekaku”.   “Lagu tersebut mengisahkan seorang pria yang enggak tega meninggalkan kekasihnya untuk pergi kerja lebih dari 3 keadaan, ” ujar Aak, yang menggarap video klip musiknya di sebuah desa di Jepara, Jawa Sedang.  

“Entenono Tekaku” punya kelanjutan dongeng yang bisa dinikmati penikmat campursari di lagu selanjutnya “Kapan Balimu” atau dalam bahasa Indonesia artinya “Kapan Kembali”. Dalam lagu ke-2 ini, Aak mengajak istrinya Rini’s untuk menyanyi. “Kalau di lagak pertama ceritanya si suami meminta istri menunggu kedatangannya. Di gaya kedua ini, gantian istri dengan bertanya,   kapan suaminya bakal kembali, ” imbuh Aak.  
Kisah ini ditutup dengan “Nyawaji Ketemu” atau “Akhirnya Ketemu”. Duet Aak dan Rinie’s di dalam 3 lagu berkesinambungan ini mampu dilihat di Channel YouTube Aak Ipunk. Ini adalah karya Aak untuk ikut mengangkat budaya sekali lalu memberikan semangat para musisi pada mengeksplor kreatifitas dan karya saat ini.   Ketiga vido musik untuk lagu ini disutradari tunggal oleh Aak Ipunk,   tatkala untuk aransemen lagu dibantu oleh D One. Berharap, musik campursari—apapun kemasannya—akan terus hidup di pusat masyrakat. Untuk itu, Aak serupa dibantu oleh Fortuna Management di dalam mempromosikan karya-karyanya.  

Seiring dengan rilis 3 karyanya ini, Aak juga mengingatkan mau maraknya meng-cover atau mendaur ulang lagu orang saat ini. “Kalau mau meng-cover lagu, ya sepantasnya ijin dulu ke pemilik aslinya, supaya enggak terjadi hal-hal dengan tak diinginkan. Si pemilik langgam juga enggak merasa dirugikan. Apakah nanti diijinkan apa enggak, itu juga hak si pencipta corak, ” ungkapnya.   Namun buat Aak sendiri, ia tidak melarang orang lain memakai lagunya   untuk kebutuhan hiburan. Dengan daftar, selama tidak mencari keuntungan dalam YouTube.  
.