Memukul anak berdampak di perkembangan otak. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Memukul anak pula berdampak pada perkembangan otak.

Hasil penelitian di AS mengemukakan, mengekspos anak dengan tindak kekerasan seperti pukulan dapat merusak grey matter ataupun penghubung abu-abu, bagian otak yang berfungsi untuk memproses informasi.  

Anak yang menerima kekerasan, setidaknya utama pukulan dalam sebulan selama bertambah dari 3 tahun, mengalami kekurangan penghubung abu-abu di bagian korteks prafrontal atau otak depan yang berfungsi sebagai pusat berpikir serta kontrol emosi. Kekurangan penghubung suram di bagian ini membuat anak rentan mengalami depresi, kecanduan, serta gangguan kesehatan mental.

Ini sebabnya, semakin banyak Anda menggunakan kekerasan dalam mendisiplinkan anak dan memaksa mereka berperilaku baik, semakin jauh pula anak dari sikap peraturan dan perilaku baik.

Jangan Main Pukul Budak, Efeknya Merusak Otak (Depositphotos)

Dr. Vanessa Lapointe, psikolog yang serupa penulis buku cara mendisiplinkan bujang tanpa menyakiti, Discipline without Damage, menyarankan alih-alih memukul, terapkan kedisplinan produktif untuk membantu anak mendalami nilai-nilai positif.  

Fokuslah ke implementasi aturan yang jelas, sesuai kebutuhan anak, dan bertujuan membangun ikatan lebih kuat antara orang primitif dan anak. Misalnya aturan perkara jam tidur malam, dengan hasil anak harus membuat sarapan sendiri keesokan hari jika melanggar.

“Pekerjaan kita adalah memastikan bagian otak budak yang berkaitan dengan penerapan susunan tenang, tidak kacau, ” jelas Lapointe.

Menurutnya, strategi ini dalam jangka pendek bermanfaat mengurangi perilaku tantrum. Dan dalam jangka panjang menolong membentuk perilaku baik dan disiplin pada anak.

Rekomendasi