Mimpi adalah bunga tidur dan biasanya  seseorang akan mengingat seluruh mimpi atau beberapa mimpi yang ia alami sesudah tertidur. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM   –  Mimpi adalah bunga tidur dan biasanya  seseorang akan menetapi seluruh mimpi atau sebagian berniat yang ia alami setelah tertidur. Namun, ada pula sebagian orang yang mengaku tidak ingat sedikit pun apakah ketika tertidur ia berangan-angan atau tidak.  

Sebuah studi dengan dilakukan oleh Rubin Naiman dengan bertajuk Dreamless: The Silent Epidemic of REM Dream Loss menjumpai bahwa tidak bermimpi selama rebah merupakan tanda buruk untuk awak. “Banyak masalah kesehatan disebabkan hilangnya kenyamanan tidur. Paling tidak mimpi tidak muncul karena kualitas rebah yang kurang, ” tulis Rubin.

Lebih lanjut Rubin menerangkan bahwa jika seseorang tidak bermimpi ketika tertidur maka artinya orang tersebut tak mengalami siklus tidur yang benar. Mimpi hanya muncul jika bani adam telah memasuki mode Rapid Eye Movement (REM) atau periode tidur yang ditandai dengan pergerakan timbil dan hilangnya kekuatan otot.

“Biasanya seseorang akan mengalami REM datang larut malam karena saat tersebut tubuh memprioritaskan tidur nyenyak. Namun jika seseorang tidak mengalami REM yang benar maka orang itu akan cenderung tengah mengalami perkara kesehatan fisik dan emosional semacam kerusakan sistem kekebalan tubuh, masalah ingatan, halusinasi hingga depresi, ” terang Rubin.

Oleh karena itu Rubin mengingatkan bahwa seseorang setidaknya harus tidur selama 7 sampai 9 jam perhari untuk meraih tidur yang berkualitas.

Rekomendasi